p perjuangan Diplomasi Pengembalian Irian Barat Melalui Forum PBB
Kegagalan perjuangan diplomasi
langsung dengan Belanda mendorong pemerintah Indonesia melakukan perjuangan
diplomasi dalam forum PBB. Sejak sidang
tanggal 21 September 1954 pemerintah RI
berturut-turut membawa masalah Irian Barat dalam forum sidang umum PBB. Dalam
sidang tersebut Indonesia meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapat
perhatian internasional karena masalah itu menunjukkan kenyataan penindasan
bangsa lain terhadap bangsa Indonesia. Akan tetapi, usaha diplomasi dalam forum
PBB juga gagal yang terutama disebabkan oleh adnya dukungan dari negara-negara
Eropa terhadap Belanda yang tergabung dalam blok barat. Dukungan terhadap
Belanda semakin kuat bersamaan dengan meruncingnya pertentangan antara Blok
Barat dan Blok Timur. Dengan demikian, resolusi Irian Barat yang disponsori
oleh India tidak dapat dimenangkan karena tidak mencapai kuorum. Oleh karena
dalam setiap sidang tidak pernah mencapai kuorum, sejak tanggal 10 Desember
1954 PBB mengesampingkan masalah Irian Barat dalam sidang berikutnyayang
berarti persoalan Irian Barat tidak lagi menjadi urusan PBB.Burhanuddin Harahap dengan membubarkan seluruh isi perjanjian KMB.